BELAJAR PADA HANG TUAH

Hang Tuah, menurut dari berbagai hikayat melayu menandakan bahwa dirinya adalah benar-benar ada. Kendatipun demikian, Hang Tuah tetaplah manusia biasa.

Dalam tulisan babad tanah raja-raja Melayu, Hang Tuah lahir dari seorang ayah bernama Hang Mahmud dan ibu bernama Dang Merdu. Mereka adalah rakyat biasa.

Hang Tuah tumbuh menjadi peribadi yang cemerlang. Prestasinya membuat ia dipercaya sebagai Laksemana Malaka. Tugasnya menjadi Panglima tempur di atas lautan. Ia tak hanya memiliki sifat kepemimpinan, namun juga bijak dalam berkata-kata. Di antarannya yang terkenal adalah “Esa Hilang, Dua Terbilang”

Generasi muda Pekanbaru, hendaknya banyak cerminan yang bisa dijadikan panutan pada diri Hang Tuah. Selain berani dan bijak, ia juga memiliki sifat kesetia-kawanan.

Raun-racun yang meracuni pikiran generasi muda Pekanbaru, hadir dari berbagai penjuru. Mulai dari gawai, kebudayaan barat yang menanggalkan rasa malu, Junk Food yang merusak badan. Serta hal-hal lain yang dianggap kekinian, namun tak menyehatkan perkembangan potensial generasi muda. Hang Tuah mencontohkan, bahwa dirinya yang tumbuh dari akar rumput serta bersama budaya kental orang Melayu, mampu tumbuh dengan begitu mengagumkan.

Semangat heroiknya membuat kita merindukan tokoh seperti dirinya. Rakyat biasa, yang menjadi tokoh sentral di perbatasan perairan semenanjung Malaka merupakan prestasi yang luar biasa. Kepribadiannya yang tangguh itu terbentuk dari kentalnya ia tumbuh dalam lingkungan orang-orang Melayu. Sebagaimana kita ketahui, dalam berbagai literasi melayu selalu identik dengan keislaman.

Melayu adalah Islam, sebagaimana Adat bersandi Syara’, Syara’ bersandi Syariat. Melayu menjadi tunjuk ajar, tunjuk ajar yang membawa kepada keselamatan.

Sosok Hang Tuah menginspirasi kita agar tidak menjadi pemuda yang malas. Gigih mencapai tujuan hingga mencapai derajat prestasi yang membanggakan seantero bangsanya.

Selamat Milad yang ke 236 tahun Pekanbaru, semoga di dalam rahimnya terlahir Hang Tuah-Hang Tuah masa kini yang juga mampu melegenda karena budi pekerti dan ketangguhan kepribadiannya. Aamiin.