Diary of the journey : ALHAMDULILLAH, MASYARAKAT RIAU TURUT SUMBANGSIH PEMBANGUNAN MASJID ISTIQLAL GAZA

Sulit memasuki Gaza, membuat relawa internasional Swadaya Ummah kesulitan mengabarkan. Apalagi ditambah dengan komnflik politik antara Turki-Suriah-Rusia di perbatasan negara. Membuat akses menuju Gaza ikut mengalami penghambatan.

“Perbatasan Turki-Suriah (Nipzip) memanas usai pengeboman di kota Idlib. Pasca tewasnya 33 tentara Turki di Suirah karena pengeboman Rusia, mebuat ancaman perang terbuka sangat mungkin terjadi. Hal in membuat penjagaan di perbatasan meningkat dan siaga militer. Kami kesulitan menuju Gaza” Tutur Joni Safriadi, SE, Direktur Swadaya Ummah.

Namun atas izin Allah, akhirnya bantuan masyarakat Riau melalui Swadaya Ummah berhasil memasuki Gaza. Sampai akhirnya, kami memahami bahwa Gaza benar-benar di luar dugaan. Sulit menyusun kata untuk menjelaskan. Intinya, mereka membutuhkan kehadiran kita rakyat Indonesia.

“Infrastruktur publik berantakan. Kerusakan dimana-mana. Masjid pun banyak yang rusak. itu informasi yang kami dapatkan di Gaza.” Imbuh Joni.

Masjid Istiqlal harus berdiri di Gaza. Alasannya ialah dijadikan pusat aktivitas muslim di Gaza terkhusus Kota Khan Yunus sebagai kota yang langsung berbatasan dengan tembok Israel.

“Panjang tembok ini sekitar 700 kilometer dengan 90% merupakan pagar dengan pemisah vehikel berkawat duri dikelilingi oleh daerah ekslusi rata-rata selebar 60 meter. Dan 10%-nya tembok beton setinggi 8 meter. Menurut organisasi hak-hak manusia Israel (B’Tselem),tembok tersebut berada di area wilayah Israel, namun faktanya dibangun di atas tanah rakyat Palestina” Sambung Joni.

Hasilnya, Rakyat Gaza benar-benar di anggap seperti angsa dalam kandang. Namun semangat ruhiyah mereka meningkat tajam. Sehingg amasjid-masjid di kota Gaza yang sebagian rusak, selalu mengalami over kapasitas.

“Mereka membutuhkan masjid. Makanya kita akan bantu bangunkan masjid. Investasi surga bagi rakyat Indonesia. Kapasitas Masjid Istiqlal ini harapannya bisa menampung banyak jamaah selayaknya masjid Istiqlal di Jakarta. Hal ini karna masjid di Gaza banyak yang tidak layak dan over kapasitas.“ Tutur Joni, menyampaikan harapannya untuk masjid Istiqlal, Gaza.

Selain itu, Masjid Istiqlal di Gaza akan menjadi syiar islam dan tempat berlindungnya masyarakat sipil dari serangan Israel. Kondisi masjid yang dibangun atas nama Indonesia, bukan oleh Palestina, menjadikan masjid ini steril dari penyerangan. Mudah-mudahan.

Salurkan bantuan kemanusiaan melalui Swadaya Ummah ke nomor rekening berikut :

BSM Norek. 701-3513-265

(Swadaya Ummah)

Konfrimasi Untuk Donasi Palestina:
0852-7249-0660

Atau, langsung kunjungi
Gerai Zakat Swadaya Ummah
Jl. Soekarno-Hatta No. 70 Kel. Delima, Kec. Tampan, Kota Pekanbaru.