Pengurus BWI Kota Pekanbaru Dilantik
Pekanbaru (SW) – Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Riau melantik Pengurus BWI  perwakilan kota Pekanbaru, Rabu (16/12). Pelantikan pengurus BWI Kota Pekanbaru ini dilakukan di Aula Gedung Bappeda Kota Pekanbaru.

Ketua BWI Provinsi Drs.Tarmizi Tohor, melantik pengurus BWI Kota Pekanbaru yang di ketuai oleh Yudi Irwan, dengan sekretaris Hariyati untuk masa bakti 2015 – 2018.
Pelantikan ini dihadiri juga oleh Walikota Pekanbaru H.Firdaus,MT sekaligus didaulat sebagai ketua majelis pertimbangan BWI kota Pekanbaru.

Tampak juga hadir perwakilan nadzir wakaf dari berbagai lembaga, ormas Islam, lembaga zakat dan Badan Amil Zakat, serta Akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Kota Pekanbaru.
Wakaf merupakan salah satu intrumen penting ekonomi ummat yang dapat dimaksimalkan untuk pemberdayaan dan kepentingan masyarakat luas. Wakaf dapat bernilai strategis jika dikelola secara modern, profesional dan amanah. Hal ini seperti diungkapkan oleh Tarmizi Tohor dalam sambutannya. “ Wakaf ini memiliki manfaat yang besar, sebagaimana zakat, dan memiliki kelebihan yakni berkelanjutan, apalagi jika dikelola dengan amanah serta profesional”. Ujarnya.

Walikota Pekanbaru, Firdaus,MT juga mengingatkan kepada pengurus BWI kota Pekanbaru yang baru dilantik, bahwa potensi wakaf di kota Pekanbaru cukup besar, sehingga perlu maksimal dalam pengelolaannya kedepan, dengan bersinergi dengan berbagai pihak. “ Potensi wakaf di kota Pekanbaru cukup besar, perlu pengelolaan maksimal untuk kepentingan ummat dengan bersinergi bersama berbagai pihak”. Katanya.

Dengan dibentuknya perwakilan BWI Kota Pekanbaru ini memberikan harapan tersendiri bagi pengelola dan nadzir wakaf untuk perbaikan kedepan. Seperti disampaikan oleh Direktur Eksekutif Swadaya Ummah, Nuryasin yang juga menghadiri kegiatan tersebut, bahwa dengan dibentuknya perwakilan BWI ini ada harapan perbaikan pengelolaan wakaf di Kota Pekanbaru ini. “ kita menaruh harapan semoga kedepan dengan adanya badan wakaf ini dapat melahirkan terobosan dan edukasi kepada masyarakat dalam pengelolaan wakaf di Kota Pekanbaru”. Harapnya.

Dalam pengelolaan Wakaf modern saat ini dikenal juga wakaf tunai, dan wakaf produktif. Selama ini wakaf selalu diidentikan dengan tanah yang akan dibangun sarana ibadah atau sarana pendidikan saja. Padahal lebih dari itu pemanfaatan harta wakaf. Semakin produktif harta benda wakaf maka manfaat dan pahala juga akan terus mengalir.

Badan Wakaf Indonesia ini dibentuk berdasarkan UU No.41 Tahun 2004 tentang Wakaf dan diperkuat pelaksanaanya melalui PP No.42 tahun 2006 tentang Pelaksanaan UU Wakaf tersebut. Tujuan Badan Wakaf ini tentunya untuk mengorganisir, dan memaksimalkan manfaat dari pengeolaan wakaf di Indonesia sehingga semakin baik kedepannya.(*ys)
 

BEZ News Letter