SWADAYA EXPO, Merangkai Jejak 15 Tahun Pemberdayaan Zakat Swadaya Ummah

Pekanbaru (SW) - Kegiatan puncak SWADAYA EXPO pada sabtu 20 mei 2017 yang akan dilaksanakan  oleh Lembaga Amil Zakat Swadaya Ummah pada tahun ini bukan tanpa alasan. EXPO Kali ini selain pelepasan lulusan siswa SMP IT Madani, juga bertepatan dengan tahun ke – 15  kiprah LAZ Swadaya Ummah di bumi Riau .

Sejak didirikannya lembaga nirlaba berbasis zakat ini pada tahun 2002 silam, melalui semangat melaksanakan UU No.38 Tahun 1999 tentang pengelolaan Zakat. Dalam amanat undang – undang tersebut masyarakat diberi peluang untuk bersama – sama mengelola dana ummat berupa zakat sesuai aturan perundang – undangan yang berlaku.

Sebagai salah satu lembaga pengelola zakat yang taat aturan, maka pada tanggal 31 Desember 2012, dibentuklah oleh pendiri yakni Ustadz Sujiat,MA sebuah yayasan bernama Yayasan Swadaya ummah untuk menaungi dan membentuk Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang selanjutnya diberi nama LAZ Swadaya ummah. Kemudian LAZ Swadaya Ummah di kukuhkan sebagai Lembaga Amil zakat Melalui Surat Keputusan Gubernur Riau No.561/XII/2003. Sehingga LAZ Swadaya Ummah memulai kegiatan operasional sebagai lembaga pengelola zakat di provinsi Riau. Dan saat ini UU No.38 Tahun 2009 telah di amandemen dan dirubah menjadi UU No.23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat, sehingga LAZ Swadaya Ummah kembali mendaftarkan diri kembali sebagai lembaga pengelola zakat, dengan di berikannya Surat Keputusan dari Kementerian Agama Provinsi Riau No.772 Tahun 2015 sehingga LAZ Swadaya Ummah kembali meneruskan cita – citanya sebagai lembaga zakat dan pemberdayaan ummat.

Di tahun awal kegiatan LAZ Swadaya Ummah lebih banyak melakukan edukasi, kunjungan, seminar dan mengenalkan lembaga. Meskipun ada penghimpunan jumlahnya masih sangat terbatas. Sehingga program juga masih bersifat insidentil.

Sebagaimana diungkapkan oleh Dwi Purwanto yang menjabat pimpinan LAZ Swadaya Ummah periode 2004 – 2011, Bahwa Swadaya Ummah di awal – awal berdirinya lebih banyak sosialisasi dan mengenalkan zakat kepada masyarakat.

“ Kita lebih banyak mengedukasi dan sosialisasi zakat, sekaligus mengenalkan lembaga kepada kaum muslimin, karena memang lembaga zakat ini masih baru”. Kenangnya.

Dwi purwanto melanjutkan pemaparannya bahwa pekerjaan merintis lembaga butuh kesabaran dan ketekunan. Program penyaluran diawal berdirinya swadaya ummah lebih banyak bersifat karitas dan bantuan langsung, seperti paket sembako, beasiswa baik pada komunitas mustahik ataupun daerah bencana. Dan jumlahnya masih sangat terbatas. Karena penghimpunan dana juga masih sangat minim.

Berbekal kesabaran dan ketekunan untuk terus berkiprah dan mengajak semua elemen masyarakat maka akhirnya pada tahun 2006 LAZ Swadaya Ummah memberanikan diri untuk mendirikan sebuah KLINIK GRATIS bagi Dhuafa dan fakir miskin. Hal ini didorong dari pengalaman dan kegiatan bakti sosial    layanan kesehatan LAZ Swadaya Ummah di daerah pinggiran kota Pekanbaru yang selalu ramai dikunjungi masyarakat. Maka LAZ Swadaya Ummah menyegerakan pembentukan Klinik Sehat Dhuafa (KSD) untuk keluarga fakir miskin dan Dhaufa. KSD waktu itu hanya melayani berobat umum dan rawat jalan.

Managemen LAZ Swadaya Ummah berharap layanan Klinik harus ditingkatkan, sehingga dapat melayani lebih banyak mustahik fakir miskin, maka ditambah layanan kebidanan. Sehingga sejak tahun 2015 sudah bertransformasi menjadi Klinik Pratama INSANI yang berkedudukan di Jl.Soekarno-Hatta No.70 Kelurahan Delima, kota Pekanbaru.

Setelah cita – cita mendirikan Klinik terwujud, ternyata  ada masalah ummat yang muncul, selain masalah kesehatan, yakni kebutuhan sekolah murah dan berkualitas bagi Dhuafa. Sehingga managemen LAZ Swadaya Ummah mengupayakan mendirikan sebuah model sekolah Gratis bagi Dhuafa, dengan jenjang SMP.

Menurut Nuryasin Direktur Eksekutif yang meneruskan kepemimpinan Swadaya Ummah sejak 2011 - sekarang, bahwa didirikannya sekolah SMP IT Madani ini memang menjadi tekat bersama managemen Swadaya Ummah, meskipun dengan fasilitas apa adanya diawal pendirian. Maka dengan berbekal tekat dan keyakinan atas pertolongan Allah, serta terus belajar mencari referensi, maka didirikanlah sekolah pada tahun 2011, yang diberi nama Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu ( SMP IT) Madani School.

Diawal kegiatan sekolah ini jauh dari fasilitas ideal. Justru managemen rela berbagi ruangan kantor untuk disekat dan dijadikan ruangan kelas bagi anak – anak SMP IT Madani angkatan Perdana.

Menempati salah satu ruangan managemen LAZ Swadaya Ummah yang disulap menjadi ruang belajar bagi siswa bukan tanpa masalah. suara anak – anak yang riuh saat bermain dan berdiskusi menjadikan suasana kantor menjadi ramai.

“ kita memulai mendirikan sekolah SMP IT Madani itu dengan menjadikan salah satu ruangan managemen, menjadi kelas bagi anak-anak Madani angkatan pertama, disebuah ruko di Jl.Subrantas, dengan fasilitas terbatas. Memang ada tantangan tersendiri”. Kenang Yasin.

Akhirnya perjuangan teman – teman LAZ Swadaya Ummah berbuah manis, tidak berapa lama ada salah  seorang muzaki (Donatur) yang bersedia mewakafkan sebagian gedungnya untuk dijadikan sekolah bagi siswa SMP IT Madani yang terletak di Jl.Bangau Sakti Gg.Pipit, Kelurahan Simpang Baru, Kec.Tampan Kota Pekanbaru. Dan sampai saat ini 2017 SMP IT telah memberikan pendidikan lebih dari 250 siswa, dan telah meluluskan alumni ke – 5 pada tahun ini.

Selain program layanan kesehatan dan sekolah untuk Dhaufa, LAZ Swadaya Ummah juga menyantuni Yatim Dhaufa dalam bentuk beasiswa, santunan Keluarga Dhaufa, serta program bantuan modal usaha. Jika saat terjadi bencana alam, LAZ Swadaya Ummah juga aktif membantu korban melalui program Swadaya Peduli Kemanusiaan, dan program layanan kepedulian lainnya seperti Pasar murah, Layanan Ambulance, tebar Hewan Qurban ke pelosok Riau.

Demikian sekilas pernik perjalanan LAZ Swadaya Ummah. Perjuangan masih panjang, pelayanan untuk ummat juga terus digelorakan. LAZ Swadaya Ummah memang telah berusia 15 tahun,namun kiprah panjangnya kedepan masih harus terus dilanjutkan, dan kehadirannya diantikan oleh Dhuafa. LAZ Swadaya Ummah menjadi rumah tempat para Dhuafa berbagi cerita, mengadukan gundah dan gelisahnya. Ummat memerlukan tempat berbagi kisah di saat beban pahit menghimpit kehidupan.

LAZ Swadaya Ummah tetaplah menjadi harapan dan penyemangat bagi  tangisan para Dhuafa, serta sahabat yang membangkitkan senyuman mereka, dengan pelayanan dan pemberdayaan. Membersamai langkah mereka, akan membuka keberkahan dan menghapus jejak – jejak kealpaan. Kealpaan para pemegang kuasa, kealpaan para pemegang keberlimpahan harta.

Sepenggal kiprah LAZ Swadaya Ummah ini adalah hasil tekat dan ketekunan serta kerjsama, sinergi para muzaki, para donatur, para amil, para relawan dan sahabat swadaya peduli. Langkah masih panjang, kiprah pemberdayaan masih dinantikan ummat, teruslah bergandengan tangan, eratkan genggaman, terus melangkah bersama mencapai cita – cita ummat, membangun kesejahteraan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Selamat Milad ke – 15 LAZ Swadaya Ummah.
 

BEZ News Letter