Zakat Solusi Atasi Kemiskinan
PEKANBARU (SW) - Riau memiliki potensi zakat hingga menyentuh angka 2,17 Triliyun. Ini merupakan potensi yang sangat besar. Bahkan termasuk yang besar di Indonesia. Dari total zakat di Indonesia sebesar 400 Triliyun.

Dari data yang dihimpun Baznas tersebut, menjabarkan bahwa potensi zakat di Indonesia khususnya di Riau belum terkelola dengan baik. Sehingga potensi ini belum mampu mengentaskan kemiskinan dengan tepat sasaran.

Faktor lain yang menyebabkan kurang maksimalnya potensi ini belum terkelolanya dengan baik Masih adalah pengusaha atau orang kaya yang masih memilih menyalurkan zakatnya secara langsung dengan mengumpulkan orang-orang atau mendatanginya satu-satu. Sehingga dengan ini, zakat belum tersalurkan dengan baik dan tidak merata.

Mengapa harus melalui Lembaga?
Alasannya adalah karena lembaga memiliki data mustahiq secara lengkap di daerah masing-masing. Baik provinsi maupun nasional. Sehingga dengan demikian, maka zakat akan disalurkan ke titik-titik sentral dan yang paling memerlukan.

Selain itu, zakat juga akan disalurkan tidak hanya berupa uang tunai atau beras saja. Melainkan disalurkan melalui program-program yang terintregrasi serta terkelola dengan baik. Misalnya Program sekolah Dhuafa, yatim-piyatu, pembangunan fasilitas umum di daerah miskin yang tidak terjangkau, bahkan pemberian modal dan pembinaan usaha kaum dhuafa untuk merdeka secara ekonomi.

Jika Potensi zakat ini mampu dikelola dengan baik dan maksimal serta terintregritas, insya Allah kemiskinan di Indonesia akan selesai sebagaimana pada masa pemerintahan keKhalifahan Umar bin Abdul Aziz yang menekan kemiskinan hingga nyaris tidak ada dengan memaksimalkan peran baitul mall dalam mengelola Zakat ini. **

SUMBER :Dari berbagai sumber.
 

BEZ News Letter