DONGENG : KAMBING YANG KURUS
Written by swadaya   
Tuesday, 06 August 2019 09:59


Pada suatu hari, hiduplah seekor sapi di padang rumput. Ia sedang menunggu jemputan dari yang akan membelinya di hari idhul adha. Kehidupannya selama ini cukup bahagia, karena ia begitu dicintai oleh pemiliknya yang sangat perhatian. Rumput yang hijau, 

membuat selera makannya terus membaik hingga tubuhnya gemuk dan sehat. Penuh dengan daging-daging yang segar.

Di sore hari yang lain, ia bertemu dengan seekor kambing yang tampak cungkring, kurus, nampak kusut dan tak terurus,  lagi tak sehat pula.

“Hay, Kambing. Kamu kenapa kok kelihatannya sedih?”

Kambing berhenti berjalan, kemudian mendekati sapi yang tampak sehat berisi.

“Iya, Sapi…. aku sedih saja tak ada yang mau sama aku”

“Kok kamu bisa kurus? Bukannya kamu dulu gemuk seperti aku?”

“Iya sih. Sebelumnya aku sehat dan gemuk kayak kamu. Tapi menjelang kurban idhul adha ini, aku stres. aku takut mati. aku terpikir terus kehidupan setelah aku mati. itulah yang membuat badaku ini menjadi sangat kurus”

“Astaghfirullah… hehehehe.. kamu lucu ya, Mbing?”

“Kok Lucu? ”

Sapi berjalan mendekati kambing yang tampak murung, lesu dan tidak bertenaga. Setelah dekat, sapi gemuk itu kemudian merumput tepat di depan kambing yang tak berselera makan.

“Mbing. Menjadi hewan kurban itu istimewa. Harusnya kamu senang” hibur sapi saat itu.

“Amalku belum cukup, Sapi. Aku takut nanti masuk neraka!”

Dengan mendehem dan sedikit tersenyum, sapi memulai lagi pembicaraan dengan kambing.

“Harusnya kamu bangga menjadi hewan kurban, Mbing. Karena kita tidak akan mati dengan sia-sia. kematian kita dalam rangka beribadah kepada Allah yang menciptakan kita”

“Jadi kita nggak masuk neraka?”

"Hehehe.."

"Eh, tapikan sakit rasanya di sembelih, Sap?" imbuh Kambing menimpali

"Kayaknya kamu harus denger ini deh,"

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh professor Wilhelm Schulze dan Dr Hazim, staff dari peternakan di Hannover University mengungkapan bahwa saat sapi meronta-ronta ketika akan disembelih bukan sebuah ekspresi dari rasa sakitnya melainkan hanya keterkejutan saraf dan ototnya saja. Hal ini dikarenakan Electro Encephalograph (EEG) telah membuktikan tidak adanya rasa sakit saat hewan kurban disembelih. 

Hal ini sesuai dengan hadist Nabi  

"Sesungguhnya Allah telah mewajibkan supaya selalu bersikap baik terhadap setiap sesuatu, jika kamu membunuh maka bunuhlah dengan cara yang baik, jika kamu menyembelih maka sembelihlah dengan cara yang baik, tajamkan pisaumu dan senangkanlah hewan sembelihanmu." (HR. Muslim) 

Sapi lalu tertawa, kemudian kembali mendekatkan mulutnya tepat di telinga kambing.

Barangsiapa yang memiliki kemampuan namun tidak berqurban, makan jangan sekali-kali mendekat ke tempat sholat kami. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah), begitu bunyi hadits yang disampaikan oleh Rasulullah. Bagaimana nasib seorang yang mampu berkurban, namun tak mau berkurban? Mereka dilarang menedkati tempat solatnya manusia yang beriman. Harusnya tuh yang kasian mereka yang tak mau membeli kamu, padahal mereka mampu. Begitu mbing”

“Ow… jadi aku harus jadi istimewa nih, biar bisa jadi kambing teladan karena mau di kurbankan di idhul adha”

“Tepat mbing. Biar layak, kamu harus gemuk dulu. Sehat. Dan memenuhi syarat sebagaikambing kurban”

“Walah, jadi apa aja syarat menjadi kambing yang layak untuk di kurbankan, Sapi?”

“Hemm.. ini nih syarat jadi hewan kurban:

 

1.    Hewan yang dikurbankan adalah hewan yang diternakkan pada umumnya seperti unta, sapi dan kambing, baik domba atau kambing biasa

2.    Telah sampai usia yang dituntut syari’at berupa jaza’ah (berusia setengah tahun) dari domba atau tsaniyyah (berusia setahun penuh) dari yang lainnya

3.    Bebas dari aib (cacat) secara fisik

4.    Hewan kurban tersebut bukan hasil curian. Tidak sah berkurban dengan hewan hasil curian atau rampokan

5.    Hewan kurban adalah hewan ‘merdeka’. Dalam artiannya milik sempurna seseorang, bukan hewan titipan, hewan warisan yang masih terkait dengan hak orang lain dan hewan gadai

6.    Penyembelihan kurbannya harus terjadi pada waktu yang telah ditentukan syariat. Maka jika disembelih sebelum atau sesudah waktu tersebut, maka sembelihan kurbannya tidak sah

 

Itu tadi syarat jadi hewan kurban, Mbing”

Kambing tampoakmulai sumringah. Ia tanpa sadar memakan rumput denganbegitu lahap. Sampai-sampai lupa untuk berkedip.

“Mbing? Kamu kenapa kok bengong?”

“Eh, iya sapi. Aku jadi pengen segera jadi hewan kurban. Berarti aku harus gemuk nih. Biar manfaatnya banyak”

“Naaah, gitu dong Mbing! Semangat. Apal;agi kalo kurbannya di SWADAYA UMMAH. Bisa berkurban, sekaligus distribusi sampai ke pelosok pedesaan yang tak memiliki daging kurban. Di tambah, berkurban untuk yatimd an dhuafa. Pasti jadi lebih banyak manfaatnya”

“Iyaaaa!!! Wah wah wah, aku mau cepetan pulang aja deh. Mau bilang sama majikan, biar ibadah kurbannya di Swadaya Ummah saja.”

“Hati-hati di jalan, Mbing!”

Teriak sapi yang memandang kambing berjalan dari belakang. Matahari semakin terbenam, dan sore akan segera berubah menjadi malam.

 

 

Last Updated ( Tuesday, 06 August 2019 11:20 )
 

BEZ News Letter