HIJRAH
Written by swadaya   
Wednesday, 28 August 2019 11:56

Gambar mungkin berisi: teks

 

Beberapa tahun terakhir, Hijrah menjadi fenomena yang mencengangkan bagi public muslim. Fenomena yang fenomenal ini menjadi tanda bahwa islam kini memiliki tempat di hati masyarakat, terutama kaum milenial.

Dalam “Taj al-Lugha wa Shihah al-Anabiyyah”, Hijrah berasal dari akar kata “Hajara, Yahjuru, Hajran wa hujranan”, maknanya adalah memutuskan hubungan, berpindah, atau meninggalkan sesuatu untuk menuju tempat lain. Dengan begitu, maka makna dari hijrah adalah meninggalkan sesuatu untuk menuju sesuatu yang di tuju (khuruj min al-ardh ila akhar, wa qad hajar)

Hijrah secara “Makaniyah” berarti berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Allah dalam surah Al Qhasash,

"Maka keluarkanlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa, `ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu.” (QS.Al Qashash : 21)

Selain dari itu, contoh dalam hijrah secara tempat adalah peristiwa hijrahnya kaum muslimin dari Makkah ke Madinah, serta hijrahnya kaum muslimin ke Habasyah untuk mencari perlindungan dari raja Najasyi.

Rasulullah SAW mengatakan,

 

"Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju." -HR. Bukhari dan Muslim
 
Dari hadist ini kemudian kita bisa mengambil pelajaran bahwa ternyata selain karena berpindah tempat, hijrah juga bisa bermakna “bukan tempat”. Sebagaimana dikatakan mufaraqah al-insan wa gayruh, yakni berhijrah dengan badan, lisan dan kalbu. Hijrah yang demikian, disebut dengan “Hijrah Maknawiyah”

 

Adapun hijrah maknawiyah dikategorikan menjadi beberapa hal. Yakni :

1. Hijrah i'tiqadiyah (hijrah keyakinan), Yakni seorang Muslim yang berusaha untuk meningkatkan keimanannya agar tidak terjerumus pada perkara kesyirikan. Demikian msulim yang menyadari bahwa iman bersifat “Yazid wa yanqus”. Kadang naik dan kadang turun. Ketika iman menurun, sesegera mungkinlah untuk melakukan hijrah I’tiqadiyah agar terhindar dari kemaksiatanhati karena lemahnya iman.

2. Hijrah fikriyah (hijrah pemikiran). Fikriyah secara bahasa berasal dari kata fiqrun yang artinya pemikiran. ketika seseorang memutuskan kembali mengkaji pemikiran Islam yang berdasar pada sabda Rasulullah dan firman Allah demi menghindari pemikiran yang sesat, atau kembali menguatkan pemikirannya agara tidak terkontaminasi dengan pemikiran yang bercampur pada kemaksiatan. Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa dunia yang penuh dengan informasi ini rawan dengan “Ghazwul Fikr” yang biasa menyerang siapa saja tanpa disadari.

3. Hijrah syu'uriyyah. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwa cara perang pemikiran yang dilakukan oleh musuh islam adalah melalui 3 F. yakni Food, Fun, and Fashion. Ketika hidayah telah sampai kepada seseorang, maka seseorang itu akan berubah menuju yang lebih baik, seperti gaya berbusana dan kebiasaannya dalam kehidupan sehari-hari. Hijrah ini biasa dilakukan untuk menghindari budaya yang jauh dari nilai Islam, seperti cara berpakaian, hiasan wajah, rumah, termasuk kebiasaan “merasa senang menjadi objek public” yang saat ini masih sering kita dapati di kalangan ikhwan dan akhwat.

4. Hijrah sulukiyyah (akhlak dan tingkah laku). Maksudnya adalah, seseorang berhijrah dari perilaku buruk menuju perilaku yang baik. Misalnya dari perilaku mencuri, menuju perilaku yang baik.dari penggiat pacaran, menuju penggiat kebaikan. Dan lain sebagainya.

 

Pada Ayat lain, Allah berfrman:
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berhijrah di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS al-Baqarah: 218).

 

Maka fenomena hijrah ini, merupakan sesuatu yang layak untuk di syukuri, sebagai bentuk edukasi dalam diri kaum milenial. Wallahu a’lam

 

Dari berbagai sumber
Oleh : Al Fakir, Rahmat Dianto

 


Last Updated ( Wednesday, 28 August 2019 12:01 )
 

BEZ News Letter