LUNASILAH HUTANGMU
Hutang-piutang dalam kehidupan sehari-hari seperti hal yang sangat biasa. Sehingga anggapan ini membuat manusia dalam kehidupan sosialnya mudah untuk melakukan hutang kepada pihak lainnya, dan bahkan sebagian ada yang enggan untuk membayarnya.

 
Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhu sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,


“Barang siapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham" (HR Ibnu Majah).


Pada masa Rasulullah, kegiatan hutang berhutang menjadi hal yang sangat ditakuti. Sehingga pada masa itu, para sahabat lebih memilih hidup miskin dan seadaanya dari pada melakukan pinjaman atau berhutang.


Dari Salamah bin Akwa Radhiyallahu Anhu, ia berkata: …. Kemudian didatangkan lagi jenazah ketiga, lalu para sahabat berkata, “Salatkanlah dia!” Beliau bertanya “Apakah dia meninggalkan sesuatu” Mereka menjawab “Tidak ada”. Lalu beliau bertanya, “Apakah dia memiliki hutang?” Mereka menjawab, “Ada tiga dinar.” Beliau berkata, “Salatkanlah sahabat kalian ini.” Lantas Abu Qatadah berkata “Wahai Rasulullah salatkanlah dia. Biar aku saja yang menanggung hutangnya.” Kemudian beliau pun menyolatinya. (HR Bukhari).


Dalam hadist di atas, kita bisa mengetahui bahwa pada zaman Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, Baginda tidak mau mensholatkan jenazah yang masih memiliki hutang. Karena orang yang mati syahid sekalipun, jika masih memiliki hutang tetap tidak diampuni sampai ia menyelesaikan urusannya dengan orang yang menghutanginya.


Bila sudah terlanjur berhutang, maka bayarlah secepatnya meski harus menjadi miskin karenanya. Jangan ditunda-tunda. Karena kematian tidak dapat diketahui kedatangannya. 


Baginda Shalallahu ‘Alaihi Wasallam mengatakan :


Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik dalam membayar hutang.” (HR Bukhari)


Agar terhindar dari hutang, sebaiknya amalkan doa berikut.


“Allahumma inni audzu bika minal Hammi wal hazan, wa audzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa audzu bika minal jubni wal bukhl, wa audzu bika min ghalabatid dain wa qahrir rijal.”

Artinya :

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari kebingungan dan kesedihan. Aku berlindung kepada-Mu dari ketidakberdayaan dan kemalasan. Aku berlindung kepada-Mu dari kepengecutan dan kekikiran. Aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan penindasan orang.”

Wallahu a’lam

 

BEZ News Letter