Semangat Zakat di Tahun Baru Islam
Oleh : Dwi Purwanto

Perpindahan dari satu tahun ke tahun berikutnya adalah titik awal terbaik untuk menyusun kebaikan agar kebaikan dapat kita jalani dengan baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Pelajaran demi pelajaran menjadi bagian untuk memulai momentum kebaikan di setiap masuknya tahun baru Islam.

Tahun Baru Islam yang diawali setiap satu Muharram (Peristiwa Hijrahnya Rasulullah Saw), menyingkap kandungan Sejarah Islam yang patut dijadikan catatan perjalanan manusia. Atas keimanan dan kecintaan kepada Allah Swt prosesi Hijrah yang dilewati Rasulullah Saw bersama sahabat berjalan penuh dengan romantisme dan heroisme keyakinan, bahwa manusia memasuki babak baru dalam bentuk penyerahan diri secara total kepada Allah Swt. Saat yang bersamaan “Halawatul Iman” menyelimuti kehidupan Rasulullah Saw dan Para sahabat.

Model-model penyerahan diri kepada Allah Swt adalah ditegakkannya syariat Allah Swt di muka bumi. Misi ini yang di usung Rasulullah Saw agar manusia mencapai kehidupan dan keselamatan dunia dan akherat. Syariat Allah Swt tidak hanya semata-mata hubungan vertikal kepada Allah Swt juga mengatur sesama manusia dan alam semesta. Islam lahir sebagai muara kasih sayang manusia, agar semua manusia menjalankan Syariat-Nya.

Sholat Lima waktu adalah Syariat yang harus ditegakkan oleh setiap individu Muslim dimana pun mereka berada dan dalam kondisi apa pun. Kalau tidak sanggup berdiri untuk sholat dapat dengan cara duduk atau berbaring dengan ketentuan yang berlaku dalam Syariat. Bila tidak air untuk berwudhu’ bisa dengan tayyamum. Ini adalah contoh-contoh kecil dalam kasing sayang Syariat Islam.

Puasa di bulan Suci Ramadhan adalah Syariat Allah Swt. Mereka yang dalam keadaan Musafir atau sakit yang serius, atau bagi para ibu hamil dan menyusui, Syariat Islam mengaturnya sedemikian rupa sebagai bentuk kasih sayang Allah Swt kepada hamba-Nya.

Ibadah Haji adalah Syariat Allah Swt. Bagi yang belum berkesanggupan Allah Swt belum mewajibkan. Tentu demikian kita tetap berniat untuk dapat menjadi Tamu Allah Swt. Karena dalam sebuah Hadits Riwayat Baihaqy “Allah akan mengganti semua biaya yang dikeluarkan untuk Umroh dan Haji”

Demikian pula dengan Ibadah Zakat yang memiliki dua dimensi dalam kehidupan pribadi muslim, yaitu dimensi Ibadah kepada Allah Swt dan dimensi sosial kepada sesamanya. Sudah menjadi kemestian bahwa ibadah yang satu ini perlu mendapat perhatian agar masyarakat Islam gemar dan semangat untuk melakukannya. Tidak hanya pada momentum-momentum ramadhan tetapi diluar itu masyarakat Islam menyadari secara penuh. Bahwa Zakat adalah pilar yang sangat penting dalam membangun peradaban manusia. Semua sisi kehidupan Umat Islam dapat teroptimalkan dengan pengaruh zakat yang mulai menunjukkan peningkatannya.

Maka di tahun baru Islam sebagai momentum yang tepat untuk kita mengevaluasi semua perjalanan kehidupan kita dengan syariat kita jadikan sebagai cermin untuk mencapai Mardhotillah. Dimana semangat zakat dapat lebih ditingkatkan di tahun baru Islam ini sebagai bentuk penyerahan diri kepada Allah Swt.***
 

BEZ News Letter