SIRINE INI, ALARM TEGURAN

Detak jantung terasa lebih cepat saat bunyi telepon diujung sana terdengar berat sambil mengatakan :

"Assalamualaikum, Pak. dengan kerendahan hati, kami ingin menggunakan jasa ambulance bapak, Pak. untuk menghantarkan jenazah salah satu anggota keluarga kami ke pemakaman umu. bisa, Pak?"

Ketika kalimat itu terdengar, ajal terasa begitu dekat. Padahal belum sampai beberapa detik, hati ini lalai dari kematian.

"Ya Allah, kemaksiatan apa yang telah kulakukan hingga engkau menegurku dengan ingatan kematian. Ampuni aku, dan ampuni semua saudara-saudara kami yang telah mendahului menemui-Mu"

Kunci telah dimasukkan, starter telah di-on-kan. Sirine segera dibunyikan. saat itu, istighfar dan doa memohon ampun terus terpanjatkan hingga sampai kerumah duka.

Ketika sirine berbunyi, saat itu pula berteman dengan pemutus kenikmatan. Jasad terbujur kaku di pembaringan. tepat dibelakang supir dengan diiringi manusia yang kadang lalai dengan kematian. Terperdaya oleh kemaksiatan yang menggunung tanpa kesadaran dan pengakuan.

Hari ini, teguran itu datang lagi. Kali ni dari Perumahan Mutiara menuju tempat pemakaman umum Kec. Tampan.


 

BEZ News Letter