TANDA-TANDA MENCINTAI SAUDARANYA
“Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mencintai saudara seiman, merupakan tanda keimanan dalam diri seseorang. Bahkan sampai dikatakan tak sempurna iman seseorang sebelum mereka saling mencintai karena Allah.

“Siapa saja yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah, maka sungguh telah sempurna imannya,” (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

Banyak hal menarik yang bisa dilakukan karena adanya kecintaan. Melakukan pekerjaan saja bila tidak dilandasi dengan kecintaan, akan mudah mendatangkan kebosanan.
 

Selain itu, orang yang mencintai karena Allah, mendatangkan banyak keutamaan. Diantaranya adalah,
 

1. Mendapat Naungan Allah

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda,

“Allah berfirman pada Hari Kiamat, ‘Di manakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku pada hari ini? Aku akan menaungi mereka dalam naungan-Ku pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Ku,’” (HR Muslim)
 

2. Syuhada Iri dan Mimbar Cahaya Untuknya

Sebagaimana Muadz bin Jabal. Rasulullah Shalallahu alaihi wasalam bersabda dalam hadist Qudsy, Allah berfirman :

“Orang-orang yang bercinta karena keagungan-Ku, mereka mendapatkan mimbar-mimbar dari cahaya sehingga para nabi dan syuhada iri kepada mereka,” (HR at-Tirmidzi).
 

Apa tanda-tanda telah hadirnya cinta diantara sesama saudara keimanan?
 

1. Saling Mengucap dan Menjawab Salam. 

Tanda pertama adalah saling mengucapkan salam. Karena dengan saling berucap dan menjawab salam, berati saling mendoakan satu sama lainnya. 

Rasulullah SAW bersabda, 

“Tidaklah kalian masuk surga sehingga kalian beriman. Tidakkah kalian beriman sehingga kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan tentang sesuatu yang apabila kalian lakukan kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian,” (HR Muslim).


2. Mengabarkan Cintanya

Mengutarakan rasa cinta karena Allah kepada saudara seiman merupakan sebuah tanda hadirnya rasa cinta. Dengan saling memberikan kabar tersebut, kedua hati senantiasa di satukan dalam rangka ketaatan dan saling memberikan nasehat satu sama lainnya.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik –radhiyallahu ‘anhu-, ujarnya, “Ada seseorang yang bersanding dengan Nabi Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Lantas lewatlah seseorang. Orang yang di saniding Nabi tadi pun berkata, “Sejatinya aku mencintai orang ini”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, ‘Sudahkah engkau beri tahu dia?’ Ia menjawab, ‘Belum’. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Kalau begitu berilah dia tahu’”.
Anas menceritakan, “Maka orang tadi pun mengejarnya seraya berkata, “Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.” Ia menimpali, ‘Semoga Dzat yang telah membuatmu mencintaiku, mencintaimu’” (HR Abu Dawud).


3. Saling mengunjungi

Tanda cinta berikutnya adalah saling berkunjung. Betapa senang dan bahagia saudara muslim bila dikunjungi oleh orang yang dicintainya.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Shalallahu alaihi wasalam bersabda,

“Wahai Abu Hurairah! berkunjunglah engkau dengan baik, tidak terlalu sering dan terlalu jarang, niscaya akan bertambah sayang,” (HR ath-Thabrani dan al-Baihaqi)
 

4. Saling Memberikan Hadiah

Rasulullah SAW bersabda, sebagaimana dituturkan oleh Abu Hurairah ra, “Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai,” (HR. Bukhari dan Baihaqi)
 

5. Berempati

Tanda cinta yang berikutnya adalah saling memberikan rasa empati terhadap saudaranya. Sebagaimana Rasulullah mengatakan, 

“Orang-orang Mukmin itu ibarat satu jasad; apabila satu anggota badan sakit, maka seluruh jasad turut merasakan sakit dengan demam dan tidak dapat tidur,” (HR Muslim)
 


6. Tidak Berprasangka dan Ghibah Terhadap Saudaranya 

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa. Jangan pula sebagian kalian menggunjingkan (ghibah) sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kalian akan merasa jijik” (QS al-Hujurat: 12).

Itulah tanda seorang muslim mencintai saudaranya karena Allah. Semoga bermanfaat dan mampu menjadi motivasi dalam meningkatkan keimanan.
Wallahu a’lam

 

BEZ News Letter