JURUS TANGKAL MISKIN, INFAKKAN SEBAGIAN HARTA
Manusia sering dihantui dengan ketakutan. Takut akan kematian, takut kesakitan, dan ketakutan-ketakutan lainnya yang membuatnya rela untuk menghindar dengan cara apapun. Salah satu ketakutan yang paling banyak diderita oleh manusia muslim adalah takut kepada kemiskinan.

Miskin, menjadi momok yang sangat mengerikan bagi manusia. Hidup dengan kesulitan, karena kekurangan harta benda. Bahkan karenanya, banyak manusia menderita kelaparan, hidup di jalanan, dan lain sebagainya. Sehingga, untuk menghindari kemiskinan manusia memilih memperbanyak tabungan, menumpuk harta hingga kikir dan pelit.

Benarkah begitu?

"Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat buruk (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui" (Qs Al-Baqarah : 268)

Dari ayat tersebut kita mendapatkan satu pencerahan bahwa takut pada kemiskinan, merupakan cara setan untuk membuat manusia jatuh pada lembah kesengsaraan. Mencintai harta berlebihan, takut kehilangan harta, dan berbagai fatamorgana kesenangan dunia, merupakan ujian yang sepatutnya kita hadapi. Sebagaimana Allah katakan :

"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah pahala yang besar." (QS. At-Tagabun : 15)

Nah, ternyat apa yang dicintai manusia di dunia menjadi ujian kehidupan. Siapa sih yang tidak sayang dengan anak-anak? Siapa juga yang tidak menyukai kekayaan? Masnusiawi. Tapi manusia punya batasan dalam mencintai semua itu. Jangan sampai kecintaan kepada duniawi, justru melalaikan dari mengingat Allah. Naudzubillah.

Apa saja keuntungan dari bersedakah di dunia?


1. Infak dan Sedekah, Menjauhkan dari Kemiskinan

“Infaqkanlah hartamu. Janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak, maka Allah akan menghilangkan barokah rizki tersebut. Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak, maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu.” (HR. Bukhari-Muslim)

Dari hadist shahih ini kita mengetahui bahwa sedekah dan infaq membuat harta semakin berkah. Makna dari keberkahan lebih baik dari kekayaan. Sedekah dan infak tak mengurangi harta. Tak membuat manusia jatuh pada kemiskinan. Karena akan Alklah ganti dengan pengganti yang lebih baik. Allah sebaik-baik pemberi rezeki.


2. Sedekah Menolak Munafik

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barang siapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi." (QS. Al-Munafiqun : 9)

Bersedekah mampu menghindarkan diri dari perangai orang-orang munafik. Mencintai harta dan lalai karenanya, merupakan salah satu ciri orang munafik berdasarkan ayat di atas.


3. Mencegah Wahn

Tsauban meriwayatkan hadist sebagai berikut :

“Hampir saja umat-umat lain mengerumuni kalian dari berbagai penjuru sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring.” Kemudian seseorang bertanya, “Katakanlah wahai Rosululloh, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rosululloh bersabda, “Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian Wahn.” Kemudian seseorang bertanya, “Apa itu wahn?” Rosululloh bersabda, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Dawud)

Wahn berarti mencintai dunia, takut pada kematian. Sedekah dan infak menjadi salah satu cara agar manusia terhindar dari penyakit paling mematikan ini. Al-Wahn.


Bersedakah tak harus dengan nominal tinggi. Jangan sampai kedermawanan justru berujung pada riya’ (senang dipuji). Sedekah dengan harta yang sedikit, namun konsisten, jauh lebih baik. Meski demikian, tetap harus menggunakan harta yang terbaik.

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya. Padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS. Albaqarah: 267)

Tak hanya harta terbaik, waktu terbaik untuk bersedekah pun ada. Sebagaimana hadist Rasulullah Shalallahu alaihi wasalam,

“Tidak ada hari kecuali setiap hari tersebut ada dua malaikat yang turun setiap pagi dan berkata salah seorang diantara mereka, ‘Ya Allah berilah ganti bagi orang yang berinfaq‘, dan berkata malaikat yang lain, ‘berilah kebinasaan bagi orang yang kikir.'” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kalau sudah begini adakah alasan paling logis untuk takut miskin karena sedekah? Semoga kita tidak termasuk orang binasa yang didoakan malaikat. Aamiin.

Wallahu a’lam.
 

BEZ News Letter