DAHSYATNYA PAHALA MENTRAKTIR MAKAN

Seorang ikhwah, memiliki kebiasaan unik. Yakni selalu meminta izin mengambil tisu di depan kasir di saat yang lain sedang makan dan asyik mengobrol. Ajaibnya, tagihan makanan kami selalu terlunasi sebelum kami membayarnya. Muncul sebuah pertanyaan kecil, siapakah orang baik yang membayarkan makanan kami? Usut diusut, ternyata ikhwah yang mengambil tisu tersebutlah yang membayar semua tagihan kami di kasir.

Mengapa ikhwah ini memiliki kebiasaan unik mentraktir makan sahabat dan teman-temannya?

Suatu ketika, penulis mencari-cari bahan tulisan. Membuka-buka buku serta berselancar bebas di dunia maya. Sampailah pada sebuah artikel yang membuat mata terbelalak. Artikel tersebut berjudul keutamaan mentraktir teman. Dalam tulisan tersebut mengutip sebuah hadist Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam sebagai berikut,

Dari Abdullah bin Amr radhiallahu ‘anhu, bahwasannya seseorang bertanya pada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Apakah amalan yang paling baik didalam Islam?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Memberi makan, mengucapkan salam kepada orang yang dikenal maupun yang tidak dikenal” (HR. Muslim)

Dari hadist tersebut kita mengambil kata kunci yang menarik, yakni memberikan makan dan menyebarkan salam merupakan amalan yang paling baik dalam islam.

Dalam hadist lain, Rasulullah pernah bersabda,

“Wahai sekalian manusia, tebarkanlah salam di antara kalian, berilah makan, sambunglah tali silaturahmi dan shalatlah ketika manusia tidur malam, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR. Riwayat Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)

Terbongkarlah sudah, mengapa ikhwah tersebut memiliki kebiasaan mentraktir teman dan sahabatnya.

Mentraktir makan selain menjadi salah satu amalan yang paling baik dalam islam, juga menjadi amal yang dapat mengantarkan manusia pada salah-satu pintu gerbang surga. Bagkan dalam hadits Tabrani, ada informasi baik bagi mereka yang gemar mentraktir sahabatnya dengan pintu khusus yang tak boleh dilewati oleh siapapun, kecuali mereka yang gemar memberikan sedekah berupa makanan.

“Siapa pun mukmin memberi makan mukmin yang kelaparan, pada hari Kiamat nanti Allah akan memberinya makanan dari buah-buahan surga. Siapa pun mukmin yang memberi minum mukmin yang kehausan, pada hari kiamat nanti Allah akan memberinya minum dari minuman surga. Siapa pun mukmin yang memberi pakaian mukmin lainnya supaya tidak telanjang, pada hari kiamat nanti Allah akan memberinya pakaian dari perhiasan surga.” (HR. Tirmizi).

Memberi makan orang yang kelaparan termasuk amalan yang dapat menghapus dosa-dosa, mengundang turunnya rahmat, dan menyebabkan diterimanya tobat. Orang yang beriman harus melengkapi dirinya dengan amal-amal sosial.

Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda, “Tidak (sempurna) iman orang yang kenyang perutnya sedang tetangga sebelahnya kelaparan.” (HR al-Baihaqi).

Ma Sya Allah, betapa besar pahala mereka yang gemar memberikan makan kepada kaum muslimin yang taat lagi beriman. Semoga kita termasuk dalam golongan orang yang Allah mudahkan rezekinya untuk mentraktir orang-orang beriman serta memberikan makanan untuk mereka yang tengah kelaparan.

 

Wallahu a’lam

 

 

 

BEZ News Letter