MEMBANGUN HABIT SEDEKAH

Suatu ketika, salah seorang guru pernah mengirimkan pesan sebagai berikut.

 

"Hati-hati dengan lintasan pikiranmu, karena ia akan menjadi cara pandang. Hati-hati dengan cara pandangmu, karena ia akan menjadi ucapan. Hati-hati dengan ucapanmu, karena akan menjadi tindakan. Hati-hati dengan tindakanmu, karena ia akan menjadi karakter. Hati-hati dengan karaktermu karena ia akan menjadi kebiasaan. Dan berhati-hatilah dengan kebiasaanmu, karena ia akan menjadi lintasan berpikir"

 

Pesan tersebut kalau diperhatikan, akan membentuk rantai perilaku. bermula dari lintasan pikiran, bersambung sampai kebiasaan. dari kebiasaan bersambung lagi ke lintasan berpikir. begitu seterusnya.

 

Apa itu "Sedekah Habit"?

 

"Sedekah" adalah pemberian seorang Muslim kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Sedekah lebih luas dari sekadar zakat maupun infak.

 

Sedangkan "Habit", menurut buku How To Master Your Habit" artinya adalah segala sesuatu yang kita lakukan secara otomatis, bahkan kita melakukannya tanpa berpikir atau suatu aktifitas yang dilakukan terus menerus sehingga menjadi bagian dari kita, yang sering kita sebut sebagai kebiasaan.

 

Jadi, "Sedekah Habit" artinya kegiatan dengan memberikan apa yang dimiliki oleh seseorang untuk orang lain dengan ikhlas dan rela, yang dilakukan secara otomatis dan berulang-ulang hingga menjadi kebiasaan.

 

Bagiamana Cara Membuat Habit Sedekah?

 

Setidaknya ada 4 cara dalam embentuk habit sedekah. yakni,

 

 

1. Learn (Pemberlajaran)
Belajar untuk terus memberi dengan apa yang dimiliki, belajar untuk menumbuhkan rasa empaty dan belas kasih kepada sesama. Belajar untuk tidak terlalu mencintai harta, dan belajar agar ikhlas dan rela dalam mengeluarkan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain.
 

 

 

2. Commit (komitmen)
Setelah belajar untuk menyisihkan sebagian harta yang didapatkan dengan keringat, langkah berikutnya adalah dnegan membuat komitmen. Komitmen untuk terus memberi meskipun harus dengan cara memaksa diri untuk melakukannya. 
 

 

 

3. Practice (latihan)
Setelah komitmen terbentuk, langkah berikutnya adalah dengan menjadikan semua rangkai tersebut sebagai latihan. Latihan ini dilakukan untuk memperkuat komitmen. karena komitmen perlu dilatih.
 

 

 

4. Repetition (pengulangan)
Setelah menjadikan sedekah sebagai latihan, langkah berikutnya adalah dengan memberikan pengulangan kepada apa yang telah dilatih. Langkah ini untuk membiasakan diri agar otomatis melakukan sedekah secara terus menerus, tidak memerlukan lagi motivasi. sehingga membentuk kebiasaan yang baik.
 

 

Setelah proses learn, commit, practice dan repitition, lakukan selama 30 hari menurut standarnya. Bulan puasa selamam satu bulan lebih menjadi acuan dalam membentuk kebiasaan. in sya Allah, kebiasan bersedekah akan tumbuh perlahan dari dalam hati tanpa perlu motivasi diri, tanpa perlu memaksa diri, terjadi dengan cara otomatis dan berulang-ulang. Bila sudah terbentuk habit, akan membuat hidupnya tak terasa nyaman apabila tidak bersedekah satu hari saja.

 

Sedekah suka-suka Swadaya Ummah, membantu para kaum muslimin untuk membentuk kebiasaan bersedekah. karena di dalamnya ada program bersedekah seberapa pun mampu. sedikit tak masalah, yang penting berkelanjutan.

 

Dari ’Aisyah radhiyallahu ’anha, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

 

”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” ’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya. (HR. Muslim)

 

 

Wallahu a'lam.

 

 

BEZ News Letter