BERGEMBIRA ATAS KARUNIA ALLAH
“Katakanlah: ‘Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” ” (QS. Yunus : 58)

Ayat di atas merupakan ayat yang mengabarkan kepada kita agar senantiasa bahagia dna bergembira atas karunia Allah. Sesuatu yang diterima dengan rasa gembira, maka ia akan menjadi sesuatu yang membekas di dalam hati.

Karunia seperti apakah yang Allah maksud? Sehingga manusia harus bergembira dalam menyambutnya. Dalam ayat sebelumnya,

“Hay manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman” (QS. Yunus : 57)

Karunia yang Allah turunkan kepada manusia, bisa dijadikan sebagai penawar kegundahan. Sehingga tak ada kesempatan bagi dirnya untuk merasakan kesedihan. Pun, ia menjadi penyembuh dari berbagai penyakit-penyakit yang ada di dalam dada dan hati manusia.

Dalam tafsir Ibnu Katsir, kata “wa hudaw wa rahmatun”, bermakna “petunjuk serta rahmat Allah” di jelaskan sebagai datangnya hidayah dan rahmat dari Allah Ta’ala didapatkan dengan adanya al-Qur’an. Dan sesungguhnya hidayah dan rahmat itu hanyalah untuk orang-orang yang beriman kepadanya, membenarkan dan menyakini apa yang ada di dalamnya,

“Dan Kami turunkan dari al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang dhalim selain kerugian.” (QS. Al-Israa’ : 82)

Berkahnya al-Quran tiada batasnya. al-Quran telah menghadirkan berbagai bentuk kemuliaan, kekuatan, kemajuan, kesejahteraan, ketinggian spiritual, perkembangan pemikiran, kekuatan akidah, kesenangan dan ketenangan jiwa.

“... Lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat-takwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya...” (QS. Fath:26)

Dari semua penjelasan di atas, mustahil bagi manusi aberiman untuk tidak bergembira ketika berasama dengan al-Quran. Karena dengannya, kehidupan menjadi lebih bermakna dan membawa kepada keselamatan dunia dan akhirat.

Dalam al-Quran, ada dua bentuk kegembiraan. Pertama, kegembiraan yang terpuji. kegembiraan dan keceriaan yang menyebabkan terbuka dan tumbuhnya jiwa akan menyebabkan kedekatan dan hubungan yang semakin akrab dengan Allah.

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (QS. Yunus: 62-63)

Orang-orang yang telah mempersenjatai dirinya dengan takwa ilahi dan menjauhkan dirinya dari segala bentuk noda dosa, tidak saja mereka ini gembira di dunia, bahkan di alam keabadian yakni akhirat juga penuh dengan kegembiraan dan keceriaan. Sebagaimana Allah menjelaskan tentang kegembiraan mereka demikian:

"Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar”. (QS. Yunus: 64)

Kedua, Kegembiraan yang tercela bermakna kegembiraan yang memabukkan yang menunjukkan bahwa seseorang percaya secara berlebihan pada kehidupan duniawi yang tidak abadi ini.

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa." (QS. An’am: 44)

Wallahu a’lam

 

BEZ News Letter