Opini


Meraup Energi Ramadhan
Written by swadaya   
Tuesday, 10 July 2012 22:31

Oleh: Nuryasin
Waktu selalu menyapa terasa cepat. Kadang kita terhenyak saat sadar dari kesibukan, rutinitas dan berbagai macam rencana pekerjaan kita. Malah kita harus berhenti sejenak, bertafakur dan mengingat, sejauh mana langkah telah dibuat. Selalu saja kita terjebak, mungkin oleh semangat kita dalam aktifitas, meskipun tidak ada salahnya. Sehingga hari – hari kita boros dengan pekerjaan tanpa nilai, dan  cenderung kurang bermanfaat. Pembicaraan yang kurang bermanfaat dan tak bermartabat.
 
Energi kita habis, hanyut dalam perbuatan kesiaan kita. Saat kita sadar, hari sudah senja, langit sudah gelap. Burung sudah pulang kesarangnya dengan bahagia, bertemu dengan keluarga tercinta, mereka memiliki makna, tetapi kita?


Mungkin air akan mengalir, menuju titik pertemuan yang digariskanNya. Kita akan mengalir menurut ketentuanNya juga. Mereka punya energi yang membawa kepada tujuan yang pasti, tetapi Kita? Masih adakah energi itu?


Saat tubuh semakin lemah, kelelahan menghinggap. Saat mata memandang harapan jauh, kaki terasa letih, Kita butuh energi. Berhentilah kita pada samudera energi, teguklah airnya, nikmati keindahannya, isilah jiwa dengan sepenuh kerinduan, menyapa keagunganNya, meraih RidhoNya. Samudera energi itu yang akan membawa kita kepada makna sesungguhnya, membawa kita kepada tujuan yang pasti. Menangislah dihadapanNya, mengadulah, mintalah energi kebaikan, mintalah energi ketenangan, mintalah energi kemenanga

n, mintalah energi berbagi, mintalah akhir perjalanan dengan kebaikan. Mengarungi samudera energi orang – orang soleh.
Hidup kita diantara Ramadhan, Samudera itu telah disiapkan oleh sang Kholiq. Yang menciptakan kekuatan, yang menciptakan kebahagiaan, yang menciptakan segalanya. Kita arungi samudera energi itu. Kita reguk segar nya tilawah, indahnya qiyamulail, nikmatnya berbagi. Kita raup energi itu, simpanlah untuk mengarungi hamparan waktu hingga ramadhan menjelang diwaktu nanti. Putarannya begitu cepat, tak akan pernah berhenti. Beruntunglah bagi yang meraup kemuliaan ramadhan, bahagialah yang menerangi dirinya dengan cahaya Nya, beruntunglah yang menyambutnya dengan kebahagiaan dan mengarungi pahala bersamanya.


Masih ada waktu untuk merubah arah, masih ada waktu memperbaiki segalanya. Hidup memang pilihan, maka pilihlah kebaikan dalam hidup kita. Menuju kemenangan dan kebahagian.


Selamat menikmati Ramadhan 1433 H.**

Last Updated ( Wednesday, 11 July 2012 09:57 )
 
Semangat Zakat di Tahun Baru Islam
Oleh : Dwi Purwanto

Perpindahan dari satu tahun ke tahun berikutnya adalah titik awal terbaik untuk menyusun kebaikan agar kebaikan dapat kita jalani dengan baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Pelajaran demi pelajaran menjadi bagian untuk memulai momentum kebaikan di setiap masuknya tahun baru Islam.
Read more...
 
Sepuluh Langkah menyambut Ramadhan
Oleh: Mochamad Bugi
 
1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)
Read more...
 
Zakat Dan Ketentraman Jiwa
Oleh  Dwi Purwanto

Dalam Al Qur’an Allah SWT berfirman, “ Dan dirikanlah Sholat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu mendapat pahalanya pada sisi Allah.
Read more...
 
Jalan Panjang Pemberdayaan UKM
Barangkali semua akan setuju pada sebuah kenyataan, bahwa pelaku usaha pada hari ini, masih didominasi oleh UKM ( Usaha Kecil dan Menengah ).
Read more...
 


BEZ News Letter