MENGAPA HARUS QURBAN TAHUN INI?

Suatu ketika, ada seorang anak kecil berusia 9 tahunan. Ia berjalan mendatangi panitia qurban. Masih dengan seragam sekolahnya, serta tas ransel yang ia gendong di punggungnya.
“Pak, Saya mau qurban”
Panitia pun tersenyum. Sambil sedikit membungkukkan badan, salah satu dari mereka bertanya.
“Kenapa nggak ayahnya saja yang mengantar, Nak?”
“Yang qurban kan saya, Pak. Bukan ayah dan ibu saya”
Senyum panitiapun berubah menjadi bimbang. Ini beneran mau qurban? Kata salah seorang yang sedikit tidak percaya.
Seolah mengetahui pertanyaan yang timbul di dalam hati panitia, anak usia 9 tahun itu menurunkan tasnya dari punggung. Kemudian membukanya dan mengambil sekantong plastik putih pekat yang diikat dengan atasnya.
“Ini tabungan saya, Pak. Saya menyisihkan uang jajan hanya untuk ini. Saya mau qurban” ungkapnya.
Dengan menitikkan air mata yang tak mampu ia bendung, akhirnya panitia menerima uang itu sambil memandang haru pada anak luar biasa itu. Seperti apa engkau di ajarkan oleh ayah dan ibu mu nak? Sampai engkau memiliki niatan semulia itu.
Setidaknya anak tersebut mengajarkan kepada kita tentang 4 hal,
1) Syukur
Daging yang nikmat di muka bumi ini adalah daging sapi, kambing dan unta. Maka qurban merupakan ibadah sebagai tanda syukur atas rezeki yang Allah berikan kepada kita. Sebab tidak semua orang bisa menikmati daging merah nan lezat ini. Di saat qurbanlah, semua turut bahagia dan merasakan manfaatnya.
Allah mengatakan dalam Al Quran,
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu sebuah sungai di surga, maka dirikanlah shalat karena Tuhamu dan berkurbanlah” (QS. Al Kautsar :1-2)
2) Belajar Dari Nabi Ibrahim Tentang Dunia
Qurban berasal dari ibroh yang diajarkan oleh nabi Ibrahim as dan Ismail as. Kedua mengajarkan kepada kita tentang mendahulukan Allah ketimbang syahwat keduniawian kita. Nabi Ibrahim merelakan Nabi Ismail disembelih, padahal ia tengah sayang dan cintanya kepada anak semata wayangnya itu.
Anak usia 9 tahun itu mengajarkan pula kepada kita, bahwa syahwat duni atak membawa kepada kebahagiaan. Ia rela menyisihkan duniawinya untuk membagi kebahagiaan melalui qurban yang ia lakukan di usia sangat belia.
3) Tanda Taqwa
Kerelaan Nabi Ibrahim memenuhi perinta Rabb-nya untuk menyembelih anak tersayangnya Ismail as, merupakan buah dari ketaqwaan. Menjalankan qurban, juga bagian dari buah taqwa. Sebab ia merupakan bagian dari ibadah sedekah dan merelakan harta yang ia sayangi.
“Kamu sekali-kali tidak akan sampai kepada kebaktian (yang sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang paling kamu cintai.” (Q.S. Ali Imran : 92)
Hewan ternak, sawah dan kemewahan adalah lambang dari kesenangan dunia.
“Dan diantara hewan ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah- langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” (Qs. Al-An’am : 142).
4) Memupuk Persaudaraan dan Ukhuwah
Qurban memberikan kita semangat persaudaraan. Satu berqurban, semua orang turut merasakan nikmatnya. Cara seperti ini merupakan cara yang ampuh untuk memupuk persaudaraan dan ukhuwah islamiyah.
Inilah alasan mengapa kita harus qurban tahun ini. Bersama Swadaya Ummah, mari kita bahagiakan mereka yang berpotensi tak bisa menikmati daging merah terlezat di dunia ini.
==========================================
Dengan harga hewan Qurban:
🐄 Rp. 2.400.000,-
(1/7 sapi)
🐏 Rp. 2.400.000,-
(1 kambing)
🥩 Rp. 50.000,-
(Sedekah Daging)
Trasnfer Qurban:
BNI Syariah 011 3222 802 a.n Swadaya Ummah
Untuk informasi qurban, silahkan hubungi nomor berikut :
0823-9238-8134
atau langsung ke alamat berikut :
Gerai Zakat Swadaya Ummah
Jl. Soekarno-Hatta, No. 70, Pekanbaru.